h1

Cikacikachu

October 8, 2008
 

 

 

 

 

 

 

Cika 1 tahun

Cika 1 tahun

Cika 1.5 tahun

Cika 1.5 tahun

Cika umur 2 tahun

Cika umur 2 tahun

Cika umur 2.5 tahun

Cika umur 2.5 tahun

Cika umur 3 tahun

Cika umur 3 tahun

Cika umur 3.5 tahun

Cika umur 3.5 tahun

Cika umur 4 tahun 5 bulan

Cika umur 4 tahun 5 bulan

 

Cika umur 4 tahun 10 bulan

Cika umur 4 tahun 10 bulan

Alhamdulillah Cika sudah besar. Iqro’ sudah jilid 4, halaman 17 katanya. Sudah bisa baca. Ya baca. Bukan A B C. Tapi Ini ibu budi. Kalau pagi naik motor bonceng di depan. Pakai helm merah kecil, tulisannya Spider, ada kacanya. Helmnya bagus. Saking bagusnya sampai2 tidur saja dikeloni. Tambah kurus karena sekolahnya giat. Makannya masih susah. Beda sama kakaknya, yang kata kak Sari well-fat. 

Mudah2an Cika jadi anak solihah ya… tambah pinter…berbakti sama orang tua. Nggak boleh nakal dan jadi anak baek dan cantik.

 

Kangen,
Gita

h1

Surat dari sahabat

October 5, 2008

Surat ini hanyalah satu bagian dari kumpulan surat2 lain yang saya kumpulkan sebelum saya berangkat ke Singapura. Tapi kenapa surat ini dimuat?  

Yudhi Anton Prasetyo, salah seorang sahabat yang kenangannya sangat lekat di hati saya. 
Kami berempat: Saya, Astri, Bombom (Muhammad Arif), dan Yudhi adalah empat orang dalam satu hati. 
Empat benang dalam satu ikatan. Kami sangat dekat waktu kelas 3. Duduk saja selalu depan belakang. Semuanya selalu sama2, mostly. Belajar, latihan soal, persiapan ulangan, presentasi, makan di kantin setelah jam ke 0, nyanyi2 nggak jelas, drama, bercanda, dan sebagainya. Bombom dan Yudhi adalah pelawak sejati. In a good way. Mereka selalu bisa membuat saya tertawa lepas. Menyembuhkan stres. Dan bikin ketagihan. *halah.
I can’t say how I missed those moments when we were together in year 3. 

Yudhi, saya, Astri, Bombom

ki-ka: Yudhi, saya, Astri, Bombom

 

Lalu kenapa surat Yudhi yang dimuat? Simpel. Bombom, dengan koneksi internetnya yang tak terbatas, bisa dipastikan setiap hari pasti online. Chatting mah bisa sampe jari keriting. Lalu dulu kami juga pernah berada di satu tim dua kali. Ke San Fransisco juga bareng. Astri, masih bisa keep in touch lewat FS. Walau saya sudah hapus FS saya, tapi saya masih bisa cek FS dia ketika kangen. Untung bukan private profile. Tapi Yudhi? No YM, no MSN, no email, no FS, no FB, apalagi blog. Hanya nomor hape yang ada. Yang saya ingat luar kepala (Bukan apa2, gampang sih nomernya. +62 xxxx dua satu tiga ratus. Budi juga hapal :P )  

Bombibombibom dan saya di Hard Rock Cafe, San Fransisco

Bombibombibom dan saya di Hard Rock Cafe, San Fransisco

 

Astri dan saya, waktu saya masih kurus lol

Astri dan saya, waktu saya masih kurus lol

 

 

Waktu itu, ketika Bombom akan pindah ke Bandung, kami berempat kumpul di Es Kobar Solo. Nongkrong 2 jam sampe entah nambah2 es dan mi ayam berapa mangkok. (kalo nggak bisa diusir sama yang jual, emangnya kafe?? :P ) Dan saat itu pula menjelang beberapa hari saya akan berangkat ke Singapura. Mereka menuliskan pesan2 mereka dalam buku diary saya. Atau tepatnya saya memaksa mereka untuk menulis pesan. 

Buat Gita, 

- Bersyukurlah kepada Allah SWT karena kamu telah diberi kesempatan untuk 3 tahun berturut turut sekelas sama aku. (oke kalo ini bukan dalam. Tapi narsissss!!)

- Berterimakasihlah, karena telah dianugerahi sahabat2 yang selalu ada untukmu.

- Syukurilah, karena sahabat2mu yang mempunyai kesabaran dan keikhlasan untuk menerimamu apa adanya.

- Ikhlaskanlah, karena hidup terus berjalan. Semua yang terjadi hari ini akan jadi kenangan, dan hari esok yang harus kau hadapi sebagai kenangan selanjutnya.

- Bersabarlah, kalau Dia mengijinkan kita semua (sahabat2mu) dan kamu akan bertemu lagi di lain kesempatan, dengan keadaan yang lebih baik dan dengan suasana yang lebih membahagiakan

- Ingatlah, hari ini untuk pelajaran esoknya.

Surakarta, 24 Juni 2006

Yang selalu membuatmu tertawa, 

Yudhi

 

Buat Yudhi kalau baca postingan ini:
Yud! bikin Facebook dong! Atau minimal Friendster gitu kek. Jangan di private profile ya. Bikin YM juga ya. 
Kalau aku pulang main2 lagi ya sama yang lain. 

*Bom, kalo baca, sampein ke Yudhi juga ya. *halah.

h1

Happy Birthday Singapore

August 9, 2008

Some 200,000 gathered at Marina Bay on Saturday to mark Singapore’s 43rd birthday.

The celebrations kicked off with teenage jazz heart—throb Nathan Hartono performing the opening song at the National Day Parade (NDP) titled “Where I Belong”.

Despite the drizzle, the crowds were razzle dazzled by the non—stop action on the sea, in the stands and up in the skies.

The Singapore Air Force’s elite Black Knights participated in this year’s NDP for the first time. They also commemorated the Republic of Singapore Air Force’s 40th anniversary.

The military police also made a re—appearance at the parade since their last performance in 2006.

The six F16 Fighting Falcons greeted spectators at Marina Bay with their deafening entrance and they certainly left a mark in the sky for all to see in their tight formation.

Flying at some 2,000 kilometres an hour, over the central business district, leaves no room for any mistakes.

As thousands craned their necks with cameras in hand, the Black Knights just could not resist declaring their love for Singapore.

Source: www.sg.news.yahoo.com

Ulang taun aja heboh banget deh. Kata kakak yang pernah ambil Engineering Society subject,  Singapur buang2 duit segitu banyak buat National Day Parade karena ingin menumbuhkan rasa nasionalisme para citizennya. Hmm…kayaknya analoginya macam orang tua yang kayaaaaaa banget yang cuman punya anak tunggal (secara Singapur penduduknya dikit :P ). Namanya juga anak tunggal, pasti manja, dan dimanja.  Setiap anaknya ultah pasti dirayain gede2an, biar anaknya  nggak pada lupa ama bapak ibunya.

Kalo gini Indonesia macam tetangga yang kekurangan banget. Tapi kita nggak manja sih. Ulang taun cuman pake panjat pinang ama makan kerupuk juga udah nasionalis kok :P

Nungguin tujubelasan,
Gita

h1

Good bye my friend

August 6, 2008

Good bye my friend.

How I really want to curse. But it is inappropriate. So, good bye to you. Let us go according to our own paths.
For you know, I really appreciate you as a friend. Or perhaps I did, until you went away.

Now that you have pulled yourself away, I just hope you find your sun in the dawn and your light in the dusk.

Good bye.

h1

Aren’t you afraid?

August 5, 2008

I dunno I got this thought lately. I kinda have this worries about jobs and workings and life after uni and stuffs. Everything wont be the same anymore. When we get older, there are so many things to take care of. Not that I dun want to, but I just dun like it. U noe when you have to finish your essay about history or whatever project it is in high school that u hate? It feels just like it. You dun like it. But you have to do it. No matter what. U got no choice.

Not that I hate working. I love it. Because I can earn money. But the reality that you have to undergo it everyday, 9 to 5, is just freaking me out.

I used to aspire being a career woman. Ambassador. Diplomat. Spokesperson. Whatever it is. They just look so cool. Sleek. Smart. But mostly they dun have a very happy life. They are married to their job, which means married to the stress as well. No I dun want that.

This thought first struck my mind when I was on attachment. I was glad. I got experience. I earned money. But I lost my passion. I didnt quite enjoy that. I was so lonely. Had to wake up really early in the morning, to catch up the second bus. Then I arrived hall at least 7 pm, leaving me only a couple hours to recharge my mind, have some rest, not to mention visiting friends and those who are dear to me.

When I meet people I really love being with, I felt really rejuvenated. I felt happy for them for their good and worried for their bad. Only by seeing them, talking to them, I felt the happiness I have ever wanted in my life. Suddenly all those dreams about future prospects and stuffs are gone. I felt like I dun really want them. Those things cant give me happiness at all. Yes we do need the job and stuffs to earn money. We HAVE to earn money. We cant be selfish. That’s what one of my friends said. But we cant go on pursuing them. They cant be our first priority. Someday we have to settle down. Doesn’t it feel tiring pursuing all these? Even the most amount of money in the world wouldn’t be enough. And even if we can reach that peak, it cant give us that much happiness as we wished for. Someday we have to stop and reflect. What do we really want?

You know what is really sad? It’s not really when there are nobody you can run to if you have problems. But it is when you dun have anyone to share your happiness with. Or when you feel no one wanted you as you never have time for them. Aren’t you afraid of that?

What is really making me happy is seeing those whom I love, watching my sisters grew up, being the first to run to when my best friends have trouble, being the first to hear good news from them, being the most wanted person to attend their most important events and being loved in return.

I love to love them. But I love it better to be loved.

h1

Kalo udah nggak ada kerjaan dan jam pulang kantor tinggal 10 menit lagi

July 4, 2008

At last, PA udah minggu ke-8. Yeah. Aku dah nggak betah kerja disini lagi. Kenapa? Lingkungan sebenernya udah mulai enak sih. Temen2 udah banyak yang deket, terutama ibu2 yang duduk di deketku. Mereka helpful dan ramah. Alhamdulillah. Cuman yang bikin nelangsa itu kerjaannya. Bener2 left over work. Sebenernya aku akan sangat dengan senang hati kalo aku bisa bantuin kerjaan colleague. Kayak waktu aku bantu Doreen kemaren. Wah rasanya seneng, bisa programming, at least aku ngerasa kalo kerjaanku itu berguna dan bukan kerjaan yang asal kasih aja for the sake of giving work to PA student.

Tadi aku lewat tempat Jiajing. Dia kayaknya sibuk banget. Dia lagi diskusi ama AO yang lulusan NTU. Kayaknya kerjaan dia seru deh hehehe. Atau sepertinya aja seru? Soalnya aku pernah tanya ama dia, dia lagi ngerjain apa. Ternyata dia lagi ngecekin tax ticket, persis kayak yang aku kerjain waktu pertama nyampe di SIA. Yah ternyata setali tiga uang, kerjaan kita sama aja. Atau aku yang kurang bersyukur dan kurang bersungguh-sungguh waktu ngerjain kerjaanku? Aku ngeluh terus jadinya ngerasa kalo aku sebenernya nggak ngerjain apa2? I believe partly yes.

Hmm..kalo mau berpikir positif sih, banyak hal yang bisa disyukuri. Misal:

1. Bayaran $700 tapi kerjaan cemen begini, nggak capek, duduk di ruangan berAC setiap hari, nggak keringetan. Yah, itung2 nyante tapi dibayar.

2. Bos baik.

Bandingin aja tuh ama manager Ayam Penyet. Bah! Jauh abis. Disini nggak dibentak2 dan bebas ngelakuin apa aja. Kalo lagi ngantuk ngeblog. Yah walo bayaran emang banyakan Ayam Penyet. Anak attachment emang rata2 UMR banget T____T. Tapi kalo dari segi kesehatan mental, disini kondisinya jauh lebih baik.

3. Belajar bahasa mandarin.

Colleague ngomongnya cang cing cong terus selama 8 jam. Gimana nggak listening gratis tuh :P

4. Lokasi di Changi

Girang bo! Liat pesawat terus tiap hari (sumpah norak abis lol). Hmm…sebenernya ini menghibur diri sendiri sih wakaka. Tapi emang ada sisi baiknya. Di antaranya jadi

a. Kuat bepergian jauh, nggak gampang capek.

b. Dari NTU harus berangkat pagi bener biar nggak telat: Subuh jadi pagian juga. Kebiasa bangun pagi (ceilah)

c. Kuat tidur cuman beberapa jam. Karena malam hari saya butuh bersosialisasi, kadang tidur cuman 4 jam. Yah gapapa deh, masak PA lalu nggak bergaul sama siapa2. Rugi banget.

d. Makan murah. Alhamdulillah kantin murah2 plus lumayan enak. Harga rata2 satu porsi dua dolar. Itu udah nasi

Mungkin dengan begini aku bisa melihat dunia dengan lebih indah :P

Gitu deh,

Gita

h1

Multitasking Saat Attachment

June 26, 2008

Multitasking itu tanda efisien. Ingat peribahasa. Sambil menyelam minum air. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Killing two birds with one stone. Hampir seluruh pekerjaan yang kita lakukan sehari hari kita kerjakan dengan multitasking. Misal, nunggu cucian sambil baca koran sambil ngemil sambil nonton TV. Begitu pula nonton dorama sambil makan sambil YM-an sambil ngobrol sama teman sambil bales SMS. Dan karna saya harus menempuh waktu 4 jam untuk bolak balik NTU-Changi tiap harinya, terkadang tidur dikerjakan dengan waktu yang sangat kurang. Saya telah berusaha untuk tetap memenuhi waktu tidur yang cukup tiap hari. Tapi kalo sudah keasikan refreshing di malam hari (chatting, mengunjungi teman, bersosialisasi, nonton, karaokean) lalu tidur pukul 2, mana cukup tidur minimal 6 jam sehari kalo jam 5.30 pagi sudah harus bangun lagi? Tidak ada pilihan lain. Tidur harus dimultitask juga. Beberapa macam possible multitasking combination yang melibatkan tidur:

1. Mandi sambil tidur 10-15 menit

2. Naik bus sambil tidur 1 jam (NTU-BoonLay, Tanah Merah-kantor)

3. Naik MRT sambil tidur 1 jam (BoonLay-Tanah Merah)

4. Kerja sambil tidur belum terdefinisi

Dari keempat kombinasi di atas, nomer 4 yang paling jagoan. Gile bok. Kerja aja bisa sambil tidur. Gimana nggak hebat. Cuman hasilnya juga “hebat”. Ini kisah nyata. Tidak dibuat2. Di bawah ini adalah contoh typo yang sangat tidak masuk akal:

Tour code: : IT codes are found either in tou ”IT” agar semangat again.!

Exchange: This field is only applicable for reissued ticket. Enter the airline prefix and ticket number as reflected in the Issued for Exchange. For box FOI or MCI, enter the wat an angry movie.

Parah bangeeeeet,

Gita

h1

Desperate menunggu gaji

June 26, 2008

Nggak terasa udah minggu keenam saya kerja di perusahaan ini. Oya, saya belom pernah cerita? Saya sekarang internship di PT SIAnakbaik (Kalo dibandingkan PTenyet, PT ini benar2 baik. Cerita tentang Ptenyet bakal menyusul segera!). Dua minggu yang lalu sekretaris menejer menghampiri meja saya dan nanyain alamat. Ternyata beliau mau kirim cek buat gaji pertama! Yay! Siapa yang nggak seneng coba gajian buat yang pertama kali. Tapi dasar lemot, saya baru sadar minggu sesudahnya, waktu sekretaris nanyain cek udah sampe atau belum. Jeder. Tentu saja. Secara prosedural yang-sangat-tidak-efisien-tapi-harus-dilakukan-demi-alasan-keamanan, cek nggak mungkin dimasukkan begitu saja ke kotak pos, which means cek itu bakal mendarat di tangan ibu2 hol ofis yang galaknya minta ampun. Parahnya, office hour hol ofis cuman weekdays, dari jam 8.30-17.00 (CMIIW). Padahal saya juga kerja weekdays, dari jam 6.20-20.00 (inclusive commuting time). Itu berarti saya baru bisa ngambil gaji setelah 10 minggu kerja, ketika weekdays sudah tidak bekerja. Rapelan bok. Sebenernya bisa sih diurus, dinego gimana gitu kek ke ibu2 hol opis. Sayangnya, niat baik saya untuk bernego kandas, karena ternyata cek justru malah belum sampai sama sekali!

Bapak ibu atasan, plis dong ah. Saya ini cuman pegawai kecil, keciiiiiil sekali. Jam kerja bole sama tapi gaji cuman seperempat pegawai biasa. Masa gaji sekecil itu masih mau ditunda tunda. Bayarlah upah pekerjamu sebelum keringatnya kering. Walau kalo nggak keringetan berarti bisa ngirit Rexona, tapi makan mau pake uang dari mana. Sungguh merana.

Desperate menunggu gaji,

Gita

*Tulisan di atas sangat subjektif dan sengaja ditulis dengan gaya hiperbolis yang luar biasa.

** Ada yang bertanya2 kenapa PT SIAnakbaik nggak pake funds transfer aja????? Heran deh. Hare gene gitu lohhhhh.

h1

Random Thought: China and Nationalism

June 14, 2008

The thought first came to my mind as I read National Geographic magazine exclusively covering the issue of China’s development seen from the economic perspective as well as social change. It is widely known that “the Dragon’s” vast economic change has constantly stunned the world, not to mention causing environmental worry when it started to consume the amount of what US did within 20 years, in only a decade. Despite of the dynamic mentality of the people who started to be more open towards globalism, they still hold a strong value and memory of the past. This trait is even more strongly possessed by those who live in rural areas.

China was invaded by Japan in 1932, which set up a puppet regime in Manchuria. Japan even conquered larger areas within the country before it was defeated by the Allies in 1945. This past record still angers the Chinese until this very moment. One of National Geographic article covered this fact and pictured how much Chinese hate Japan. The writer who wrote the article once taught English in Guangzhou(?). Once he assigned his students an essay task entitled “Who do you hate?”. Surprisingly, quite a number of students wrote how much they hate Japanese for their invasion in the past; although some also said that they hate Americans for always being “kaipoh” of other country’s business.

I then started to think, and perhaps comparing, do we, Indonesians, possess the same traits? Parallelly, assuming that we do have the same pattern as Chinese, we should have hated the Netherland as much as how Chinese hate Japan. Or maybe it is wrong. We should have hated the Netherlands 26.92 times more than Chinese hate Japan because the Netherlands occupied us for 350 years. But do we? I am not saying that it is right about this hate-or-not thingie, but it is good to ponder: how much do we love our country. Occupation indeed still continues. Not in the form of invasion of government, but economically saying, how many companies are there digging up our soil and and extracting everything inside with so many cost for us to bear and so much profit for them to take, not to mention the cost imposed to our highly-polluted environment. Singapore, with its Temasek case; Exxon with its giant oil drilling machine sucking our oil wells, and who else can you mention?

You know what I’m thinking right now? I am/will be a puppet, human slave working for one of our invaders. Do I have a choice? Yes. Living in my beloved corrupt countries with expensive, no-loan tuition fees, much fewer jobs available and less money earned. But with tuition grant and much higher pay that I won’t get back in Indo, an effort to ease the family burden, and the promise of better financial security; do I still have a choice?

Just another random thought,
Gita

h1

Baru Pindahan

June 14, 2008

Seperti judulnya, saya baru pindah ke wordpress. Alasan mengapa? Blog saya yang blogspot sampah banget isinya. Udah nggak jelas lagi. Lagipula memang sudha sangat bosan dengan tampilan blogspot yang sangat monoton dan limited.

Alasan lain? PA :D
Buat temen2 yang kurang terbiasa dengan istilah ini, PA itu professional attachment alias magang, kerja praktek, internship, kerja rodi bayaran kuli, dan sebagainya.

Mengapa tiba2 pindah?
The urge just came. I dunno. Cuman akhir2 ini sedang banyak pikiran yang melintas di benak saya dan lalu saya berpikir, What a waste if I dun write them. At least I can produce something out of my thought. Kali aja berguna juga buat orang lain.
Selain itu barusan mampir dari blog teman2 SMA. Tiba2 jiwa ini rejuvenated. Penuh dengan semangat baru. Penuh dengan hasrat rindu ingin berkumpul lagi. Mungkin blog ini bisa menyalurkan kerinduan yang tidak tersampaikan. At least liburan ini saja karena saya nggak balik indo :)
Kenapa? Mau cari duit bung. Attachment masih sampai 18 juli. Habis itu mau part time2 buat biaya nikah. hahahhaha. Gotcha! Siapa juga yang mau nikah cepet2. Nilai masih amburadul. Tabungan belum ada. Saya masih dudul secara keseluruhan. Masih banyak hal yang ingin saya capai.

Anyways, sebenernya post ini cuman kasih info pindahan, kok jadi ngerambah kemana mana hahhaha.

Ok deh, see you next posting :)

Rindu kampung halaman,
Gita