Surat ini hanyalah satu bagian dari kumpulan surat2 lain yang saya kumpulkan sebelum saya berangkat ke Singapura. Tapi kenapa surat ini dimuat?
Yudhi Anton Prasetyo, salah seorang sahabat yang kenangannya sangat lekat di hati saya.
Kami berempat: Saya, Astri, Bombom (Muhammad Arif), dan Yudhi adalah empat orang dalam satu hati.
Empat benang dalam satu ikatan. Kami sangat dekat waktu kelas 3. Duduk saja selalu depan belakang. Semuanya selalu sama2, mostly. Belajar, latihan soal, persiapan ulangan, presentasi, makan di kantin setelah jam ke 0, nyanyi2 nggak jelas, drama, bercanda, dan sebagainya. Bombom dan Yudhi adalah pelawak sejati. In a good way. Mereka selalu bisa membuat saya tertawa lepas. Menyembuhkan stres. Dan bikin ketagihan. *halah.
I can’t say how I missed those moments when we were together in year 3.

ki-ka: Yudhi, saya, Astri, Bombom
Lalu kenapa surat Yudhi yang dimuat? Simpel. Bombom, dengan koneksi internetnya yang tak terbatas, bisa dipastikan setiap hari pasti online. Chatting mah bisa sampe jari keriting. Lalu dulu kami juga pernah berada di satu tim dua kali. Ke San Fransisco juga bareng. Astri, masih bisa keep in touch lewat FS. Walau saya sudah hapus FS saya, tapi saya masih bisa cek FS dia ketika kangen. Untung bukan private profile. Tapi Yudhi? No YM, no MSN, no email, no FS, no FB, apalagi blog. Hanya nomor hape yang ada. Yang saya ingat luar kepala (Bukan apa2, gampang sih nomernya. +62 xxxx dua satu tiga ratus. Budi juga hapal
)

Bombibombibom dan saya di Hard Rock Cafe, San Fransisco

Astri dan saya, waktu saya masih kurus lol
Waktu itu, ketika Bombom akan pindah ke Bandung, kami berempat kumpul di Es Kobar Solo. Nongkrong 2 jam sampe entah nambah2 es dan mi ayam berapa mangkok. (kalo nggak bisa diusir sama yang jual, emangnya kafe??
) Dan saat itu pula menjelang beberapa hari saya akan berangkat ke Singapura. Mereka menuliskan pesan2 mereka dalam buku diary saya. Atau tepatnya saya memaksa mereka untuk menulis pesan.
Buat Gita,
- Bersyukurlah kepada Allah SWT karena kamu telah diberi kesempatan untuk 3 tahun berturut turut sekelas sama aku. (oke kalo ini bukan dalam. Tapi narsissss!!)
- Berterimakasihlah, karena telah dianugerahi sahabat2 yang selalu ada untukmu.
- Syukurilah, karena sahabat2mu yang mempunyai kesabaran dan keikhlasan untuk menerimamu apa adanya.
- Ikhlaskanlah, karena hidup terus berjalan. Semua yang terjadi hari ini akan jadi kenangan, dan hari esok yang harus kau hadapi sebagai kenangan selanjutnya.
- Bersabarlah, kalau Dia mengijinkan kita semua (sahabat2mu) dan kamu akan bertemu lagi di lain kesempatan, dengan keadaan yang lebih baik dan dengan suasana yang lebih membahagiakan
- Ingatlah, hari ini untuk pelajaran esoknya.
Surakarta, 24 Juni 2006
Yang selalu membuatmu tertawa,
Yudhi
Buat Yudhi kalau baca postingan ini:
Yud! bikin Facebook dong! Atau minimal Friendster gitu kek. Jangan di private profile ya. Bikin YM juga ya.
Kalau aku pulang main2 lagi ya sama yang lain.
*Bom, kalo baca, sampein ke Yudhi juga ya. *halah.