h1

Desperate menunggu gaji

June 26, 2008

Nggak terasa udah minggu keenam saya kerja di perusahaan ini. Oya, saya belom pernah cerita? Saya sekarang internship di PT SIAnakbaik (Kalo dibandingkan PTenyet, PT ini benar2 baik. Cerita tentang Ptenyet bakal menyusul segera!). Dua minggu yang lalu sekretaris menejer menghampiri meja saya dan nanyain alamat. Ternyata beliau mau kirim cek buat gaji pertama! Yay! Siapa yang nggak seneng coba gajian buat yang pertama kali. Tapi dasar lemot, saya baru sadar minggu sesudahnya, waktu sekretaris nanyain cek udah sampe atau belum. Jeder. Tentu saja. Secara prosedural yang-sangat-tidak-efisien-tapi-harus-dilakukan-demi-alasan-keamanan, cek nggak mungkin dimasukkan begitu saja ke kotak pos, which means cek itu bakal mendarat di tangan ibu2 hol ofis yang galaknya minta ampun. Parahnya, office hour hol ofis cuman weekdays, dari jam 8.30-17.00 (CMIIW). Padahal saya juga kerja weekdays, dari jam 6.20-20.00 (inclusive commuting time). Itu berarti saya baru bisa ngambil gaji setelah 10 minggu kerja, ketika weekdays sudah tidak bekerja. Rapelan bok. Sebenernya bisa sih diurus, dinego gimana gitu kek ke ibu2 hol opis. Sayangnya, niat baik saya untuk bernego kandas, karena ternyata cek justru malah belum sampai sama sekali!

Bapak ibu atasan, plis dong ah. Saya ini cuman pegawai kecil, keciiiiiil sekali. Jam kerja bole sama tapi gaji cuman seperempat pegawai biasa. Masa gaji sekecil itu masih mau ditunda tunda. Bayarlah upah pekerjamu sebelum keringatnya kering. Walau kalo nggak keringetan berarti bisa ngirit Rexona, tapi makan mau pake uang dari mana. Sungguh merana.

Desperate menunggu gaji,

Gita

*Tulisan di atas sangat subjektif dan sengaja ditulis dengan gaya hiperbolis yang luar biasa.

** Ada yang bertanya2 kenapa PT SIAnakbaik nggak pake funds transfer aja????? Heran deh. Hare gene gitu lohhhhh.

Leave a Comment